2 "Untukmu yang selalu kusebut dalam doa, izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu." 3. "Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya." 4. "Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik. videoini dibuat untuk memenuhi tugas akhir semester mata kuliah parenting, yg diampu oleh dosen Bu Nuraini M.pd. mohon maaf apabila ada kesalahan dalam vide Dalamkitab Al Fatawa Syar'iyyah Lil Hushoin, hlm.166. PERTANYAAN:"Apa hukumnya orang yang membunuh dirinya untuk membunuh sekelompok orang Yahudi? JAWAB:"Yang menjadi pendapat saya dan telah kami tegaskan berulang kali bahwa ini tidak benar karena itu termasuk membunuh jiwa. Dan Allah berfirman: "Janganlah kalian membunuh diri kalian". UstadzFatih Karim dan Kepentingannya dalam Belajar Islam. Khalilullah-13/09/2021. Bagi Istri, Ridho Allah Itu Ada Pada Ridho Suami. Ahmad Khalwani-27/11 Yakni tentang jodoh, dan hijrah memantaskan diri. Belajar dari Felix, segmentasi pasar dari konten yang ingin dikampanyekan itu sangat penting. Di belahan dunia media sosial yang lain Seorang mahasiswa Universitas Islam Riau ( UIR) berinisial JP (25) ditemukan gantung diri dalam kamar mandi di kamar kosnya di Pekanbaru, Jumat, 5 Agustus 2022 sekitar pukul 21.30 WIB. Penemuan jasad pria gantung diri dalam kos-kosan ini membuat geger warga di Kelurahan Air Dingin. Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Iptu PerluMemantaskan Diri. By Muhamad Firmansyah Kamis, Januari 21, 2021. Memantaskan Diri itu sangatlah penting, selain bermanfaat untuk diri sendiri tetapi itupun akan berpengaruh terhadap pasangan kita nantinya sebab dalam benak setiap insan pasti terselip keinginan untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik yang mempunyai rasa kasih sayang LindungiDiri dari Ancaman pada Platform Online Gaming. Seorang pria memainkan game Honor of Kings di ponselnya di kawasan perbelanjaan dan perumahan Sanlitun, di Beijing, Cina, 25 Agustus 2021 (diterbitkan 26 Agustus 2021). Game online di China sangat populer di kalangan anak muda dan anak-anak, dengan banyak orang yang kecanduan game. Sementaraitu, memantaskan diri, justru jodohnya belum ketemu. Oleh karena jodohnya belum ketemu, dan sekali dapat jodoh pengin yang baik, maka tertancaplah niat ingin memantaskan diri. Kalau saya perhatikan juga, banyak muda-mudi yang kini memutuskan pacarnya dengan alasan memantaskan diri. Memang bagus sebenarnya, sebab dalam Islam, tidak ada CaraMendekatkan Diri Kepada Allah SWT 1. Mendirikan Sholat Sumber: google/bersosial. Cara mendekatkan diri kepada Allah SWT yang bisa kita lakukan adalah dengan mendirikan sholat. Melalui sholat, umat muslim dapat lebih dekat dengan Allah SWT. Alasannya karena ibadah sholat merupakan perintah wajib yang harus dilaksanakan setiap muslim. Sebetulnyatidak ada yang salah untuk memantaskan diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Allah SWT berfirman, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). o7p5J. โ€œMemantaskan Diriโ€Jangan sampai memantaskan diri untuk makhluk-Nya, sementara kita lupa kematian adalah hal yang jauh lebih pasti daripada kedatangan berhijrah untuk Allah dan Rasul-Nya maka yang kita tuju adalah keduanya. Ketika kita berhijrah untuk lelaki atau perempuan yang ingin dinikahi, kita hanya mendapatkan ุงู„ุฃุนู…ูŽุงู„ ุจุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชู ูˆุฅูู†ู‘ูŽู…ุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ุฑูŠุกู ู…ุง ู†ูŽูˆูŽู‰ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ู„ูุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุตููŠู’ุจูู‡ุง ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉู ูŠูŽู†ู’ูƒูุญูู‡ูŽุง ูู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ุฅู„ูŠู‡ูโ€œSesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.โ€ HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907Ibnul Aththor menjelaskan maksud penyebutan wanita tersebut setelah kalimat hijrah karena dunia ada dua makna1- Dilihat dari sebab disebutkannya hadits ini, yaitu ada seseorang yang berhijrah karena seorang wanita yang ingin dia nikahi. Wanita tersebut bernama Ummu Qois. Maka laki-laki yang berhijrah di sini disebut Muhajir Ummu Qois, yaitu orang yang berhijrah karena Ummu Penyebutan wanita adalah sesuatu yang khusus dari dunia yang umum yang disebut lebih dulu. Ini menunjukkan peringatan keras bagi yang niatannya keliru hanya untuk mengejar wanita saat sebab itu, hindarkan eksploitasi kalimat โ€œmemperbaiki diri untuk mendapatkan pasangan atau juga untuk seseorangโ€, memperbaiki diri itu untuk memantaskan diri di hadapan Allah, memantaskan diri agar pantas dicintai ikhtiar kita dalam memantaskan diri hanya agar dapat pasangan, ikhtiar kita terbatas, hanya untuk makhluk-Nya saja. Dan kita hanya akan mendapatkan apa yang kita niatkan. Namun jika ikhtiar memantaskan diri kita karena Allah, ikhtiar kita tidak akan mengenal batas, dan balasannya pun beda jangan salah niat, amalan baik seperti hijrah, janganlah diniatkan semata-mata untuk mengejar dunia dan terkhusus lelaki/wanita. Karena diterimanya amalan shaleh adalah jika niatannya ikhlas mengharap wajah Allah tidak untuk selain-Nya, dan disebut baik jika sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Allahu a' - Berbicara tentang jodoh rasanya memang terkadang membuat galau bagi sebagian pemuda. Padahal sama seperti halnya tentang kematian dan rezeki, jodoh juga merupakan hal yang masih misteri yang sudah ditetapkan oleh Allah. Oleh sebab itu nggak ada yang tahu dengan siapa, kapan dan bagaimana seseorang akan bertemu jodohnya. Jodoh adalah seseorang yang menemani kita di hari ini, esok dan nanti. Menyegerakan menikah adalah perbuatan baik. Namun semua tidak semudah mengucapkannya, dibutuhkan keikhlasan dan kesabaran bagi mereka yang belum menemukan jodohnya. Kadang kala banyak orang merasa lelah mencari dan menunggu jodoh. Padahal ada banyak hal yang bisa dipersiapkan, misalnya melalui doa dan ikhtiar. Untuk mendapatkan jodoh yang baik, kamu juga harus memantaskan diri menjadi pribadi yang sepadan. Sebab ada istilah, jodoh adalah cerminan diri. Nah selain memperbaiki diri, kamu juga bisa membaca kata-kata mutiara Islam tentang jodoh agar menambah motivasi dan semangat dalam penantian atau menjemput jodoh. Dengan kata yang penuh makna membuat kamu lebih tenang dan adem. Membaca kata-kata tentang jodoh, setidaknya bisa membuat pikiranmu menjadi lebih luas. Berikut 50 Kata-kata mutiara Islam tentang jodoh, penuh makna dan bikin adem, seperti himpun dari berbagai sumber, Selasa 2/6. Kata-kata mutiara Islam tentang usaha menjemput jodoh. foto Instagram/sahabatsdakwah 1. "Jatuh cintalah kepada Allah terlebih dahulu, maka pada saatnya nanti Allah pasti akan memberimu seseorang yang tepat dan pantas untukmu." 2. "Untukmu yang selalu kusebut dalam doa, izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu." 3. "Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya." 4. "Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik. Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu." 5. "Seorang Pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna, namun mereka tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan satu sama lain." 6. "Lelaki bilang, 'Zaman sekarang nyari wanita shalihah susah!' wanita bilang, 'Zaman sekarang nyari lelaki shalih susah!' pertanyaannya, 'Kenapa sibuk mencari, bukan menjadi?'." 7. "Jodoh itu kayak 'Alif Lam Mim' ayat pertama surat Al-Baqarah, artinya yaitu hanya Allah yang tahu." 8. "Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat." 9. "Melangkahlah sendirian sampai Allah mengutus seseorang untuk berjalan bersama mendampingimu." 10. "Karena mendoakan adalah cara mencintai paling rahasia." 11. "Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat." 12. "Cintailah dia dari kejauhan agar terjaga kehormatan. Cintailah dia dalam kesederhanaan dan keikhlasan. Namun jika belum mampu,maka cintailah dia dalam diam, cukup Allah saja yang tahu." 13. "Ya Allah, jika dia benar untukku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku. Jika dia bukan milikku, damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu." 14. "Perkara jodoh. Terkadang kamu lupa akan konsepnya. Bahwa, itu diatas kendali Sang Pencipta. Biarkan semesta bekerja sebagaimana mestinya. Tugas kita, menanti dan memantaskan" 15. "Menanti jodoh itu memang memerlukan doa dan usaha. Dan usaha yang utama adalah memperbaiki diri agar dapat yang baik pula." 16. "Tidak akan jodoh jika tanpa pengorbanan, dia suatu saat pasti akan kau dapatkan, asal perjuangan yang kau lakukan dilandasi dengan kesabaran." 17. "Mendoakanmu dalam diam telah melatihku untuk mencintai dengan tulus, ikhlas tanpa tapi." 18. "Bersabarlah duhai hati suatu hari akan hadir tempat terbaik yang dapat menjadi pelabuhan pertama dan terakhirmu." 19. "Jodoh selalu tahu ke hati mana ia harus melangkah dan berpulang. Sebab itu setiap yang mencari pasti menemukan, setiap yang menanti pasti akan ditemukan." 20. "Bijaklah dalam masa penantianmu. Kelak kamu akan takjub bagaimana Allah mempertemukan dengan jodohmu." Kata-kata mutiara Islam tentang jodoh, bikin adem. foto Instagram/jodoh_rahasiaallah 21. "Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas, dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit." 22. "Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain." - Jalaludin Rumi 23. "Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." โ€“ Umar bin Khattab 24. "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita." - QS At Taubah 40 25. "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu." - Ali bin Abi Thalib 26. "Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian taqdir dari Allah dengan senang hati." -Ali bin Husein 27. "Jodoh merupakan rezeki. Kewajiban kita hanyalah berikhtiar. Bukan menentukan." 28. "Di dunia ini ada yang misteri ada pula yang pasti. Jodoh adalah misteri sedangkan mati sudah pasti." 29. "Jodoh kita sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Mau diambil dari jalan yang haram ataupun halal dapatnya tetap itu juga. Yang beda itu rasa berkahnya, bukan tentang apa, berapa atau siapa. Tapi bagaimana Allah memberikannya; diulur lembut mesra atau dilempar dengan penuh murka." 30. "Cinta, mungkin akan datang bila kita sunyi dan sendiri. Jodoh juga akan datang jika kita sudah siap." 31. "Hal yang paling indah adalah ketika dua orang saling rindu, namun tidak berkomunikasi, tetapi keduanya saling mendoakan di dalam sujudnya masing-masing." 32. "Kita diperintahkan untuk berusaha, ikhtiar dalam menemukan belahan jiwa, tapi pada akhirnya Allah jua yang menentukan." 33. "Jodoh, bukan tentang siapa cepat dia dapat. Melainkan, memantaskan diri dengan taat hingga memang mampu mendapat jodoh yang tepat." 34. "Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana." 35. "Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat." Kata-kata mutiara Islam tentang bersabar menanti jodoh. foto Instagram/olaav12 36. "Tabahkan hatimu dalam penantian jodoh. Pernikahan bukanlah perlombaan." 37. "Jangan menikah hanya karena didesak umur. Menikahlah kalau kamu sudah yakin bahwa dengannya surga akan lebih dekat denganmu." 38. "Kesabaran itu tanpa batas. Namun kebaikan dibalik kesabaran itu tiada batas." 39. "Jangan pusingkan rencana Allah tentang jodoh yang belum datang karena Allah lebih tahu kapan waktu terbaik bagimu untuk berjodoh." 40. "Kesabaran adalah kunci kegembiraan, terburu nafsu adalah kunci kesusahan." 41. "Dalam urusan jodoh, kesendirian karena penantian penuh kesabaran jauh lebih baik daripada mendahului berpasangan namun tak halal." 42. "Jangan menyerah saat doa-doamu belum dijawab. Jika kamu mampu bersabar, Allah mampu memberikan lebih dari apa yang kamu minta." 43. "Ketika berbicara tentang pernikahan, Allah mengatakan bahwa pasanganmu ibarat pakaian untukmu. Sebuah pakaian bisa jadi pas atau kurang pas. Tapi bagaimanapun juga, pakaian akan menutupi, melindungi dan mempercantik ketidaksempurnaan." 44. "Jika memang Allah takdirkan bersama, maka semoga disegerakan untuk kamu dimampukan tuk meminangnya." 45. "Perjalanan mencari cinta karena Allah terasa lebih tenang tentu berpahala karena senantiasa diawasi agar tidak jatuh di jalan yang salah." 46. "Semoga dalam kesendirian ini kita bisa bisa benar-benar lolos dalam ujian menahan diri dari lawan jenis." 47. "Karena jika memang jodoh Allah akan semakin mendekatkan, bukan menjauhkan." 48. "Di hadapanmu aku malu memandangmu. Tapi di hadapan Allah, terang-terangan aku meminta agar dijodohkan denganmu." 49. "Sampai kapanpun kamu tak akan menemukan jodoh sejatimu jika yang kamu cari adalah kesempurnaan." 50. "Kagum itu merupakan hal yang wajar, maka merahasiakannya merupakan hal yang sangat mulia." brl/tin Recommended By Editor Doa agar dicintai orang lain menurut ajaran Islam, untuk pria & wanita Doa ketika rindu seseorang sesuai ajaran Islam Doa cepat dapat jodoh beserta amalan dan dalilnya, untuk pria & wanita Doa untuk pengantin Islam lengkap dengan arti dan maknanya 10 Meme jomblo cari jodoh, menggelitik & ada pesan yang dalam Beberapa tahun terakhir, publik Indonesia menyaksikan apa yang kerap disebut โ€œfenomena hijrahโ€, terutama yang melibatkan generasi muda perkotaan. Fenomena ini menimbulkan banyak tanda tanya, bahkan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tahun lalu terdorong meneliti komunitas hijrah generasi milenial di tujuh kota di Jawa Barat. Bagi saya pribadi, ada dua peristiwa yang membuat saya tertarik untuk lebih serius memahami fenomena hijrah khususnya di kalangan perempuan Muslim perkotaan di Indonesia. Pertama, ketika saya melihat baliho besar di sebuah jalan utama di Yogyakarta tentang acara kajian muslimah yang menampilkan beberapa foto influencer dari kalangan pengusaha, politikus, dan selebritas yang telah bertransformasi menjadi ustazah. Tergerak rasa penasaran, saya mengikuti acara dengan tiket masuk Rp 150 ribu-500 ribu itu. Bagi saya yang dibesarkan dengan pendidikan agama tradisional, acara itu menampilkan sisi lain perempuan muslim perkotaan Indonesia. Peristiwa kedua terjadi dalam suatu diskusi tentang hijrah di mata kuliah Islam Kontekstual yang saya ampu di Universitas Gadjah Mada UGM. Di kelas itu, 100% mahasiswi yang hadir mengenakan jilbab - padahal UGM bukan universitas agama. Yang mengagetkan saya, beberapa mahasiswi mengaku menggunakan jilbab agar mendapat nilai bagus di mata kuliah. Saya katakan asumsi mereka salah; di kelas berikutnya beberapa mahasiswi pun hadir tanpa jilbab. Rangkaian peristiwa ini memicu rasa keingintahuan saya tentang beragam alasan perempuan menggunakan jilbab yang kemudian tertuang dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian itu saya berkesimpulan bahwa perilaku berhijab atau tidak berhijab adalah perwujudan otonomi perempuan atas tubuh mereka sendiri. Dengan menggunakan hijab, menanggalkan hijab, atau menggunakan/menanggalkan sesuai situasi dan kondisi, perempuan muslim Indonesia terus mengambil kuasa atas tubuhnya sendiri. Read more Hijab di Indonesia Sejarah dan kontroversinya Pakai, tidak pakai, atau sesuai sikon Dalam penelitian pada akhir 2019 itu, saya menyusun sebuah survei online yang direspon oleh 105 muslimah berusia 20-40 tahun, sebagian besar pernah kuliah di perguruan tinggi, dan pernah mendapatkan pendidikan agama Islam, baik secara formal maupun informal. Pertanyaan inti dari survei itu adalah apa makna berjilbab bagi seorang muslimah. Dari survei ini saya menemukan tiga kategori besar. Kategori pertama, kelompok perempuan yang memutuskan untuk berjilbab dengan dua alasan paling dominan, yaitu kesadaran untuk menjadi muslimah yang lebih baik sesuai ajaran agama dan berhijab membuat mereka merasa lebih nyaman. Kategori kedua, muslimah yang memutuskan untuk melepas jilbab. Alasan yang paling sering muncul, mereka berjilbab pada masa lalu bukan karena kesadaran dari dalam diri, melainkan karena faktor lingkungan, peraturan di sekolah, atau peraturan di tempat kerja. Bagi mereka, menggunakan jilbab tanpa kesadaran bukanlah pilihan yang nyaman; sebaliknya, mereka merasa lebih nyaman tidak menggunakan jilbab. Kategori ketiga, mereka yang menggunakan jilbab tergantung kondisi dan situasi, dengan ragam spektrumnya. Ketika situasi menuntut, mereka akan memakai jilbab, namun bisa melepaskan sewaktu-waktu. Menggunakan jilbab ataupun melepasnya, bagi mereka sama-sama nyaman. Meski tampak sangat berbeda, bahkan berseberangan, ketiga kategori ini berbagi dua kata kunci rasa nyaman dan rujukan pada dalil agama. Baik yang memutuskan menggunakan jilbab, yang melepasnya, ataupun yang lepas-pasang, sama-sama menggunakan istilah โ€œnyamanโ€ sebagai alasan memilih kuasa atas tubuh. Selain itu, responden juga sama-sama merujuk pada dalil agama, namun dengan penafsiran yang berbeda-beda. Pada prinsipnya mereka sepakat bahwa menutup aurat itu perintah agama, namun batasan aurat menjadi area yang masih terus diperdebatkan. Pengunjung menghadiri Festival Roadshow Hijrah Fest 2019 di Medan, Sumatera Utara, pada 2019. Septianda Perdana/Antara Foto Sejarah hijab di Indonesia Mari kita tengok sebentar perjalanan hijab di alur sejarah Indonesia. Perempuan Nusantara sudah mengenal kain penutup kepala sudah setidaknya sejak tahun 1600-an, sebagaimana catatan sejarawan Prancis, Dennys Lombard, dalam bukunya โ€œKerajaan Aceh, Jaman Sultan Iskandar Muda 1607-1636โ€. Periode kolonial kemudian yang memberikan akses bagi kaum perempuan elit pada pendidikan membuka kesempatan kaum perempuan untuk mengenal banyak hal, termasuk salah satunya cara berbusana. Pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi Islam seperti Muhammadiyah juga mendorong kaum perempuan untuk menutup aurat di ruang publik dan untuk menunjukkan identitas yang berbeda dari kaum kolonial, misalnya dengan mengenakan kebaya dan kerudung. Era kolonial merupakan masa pertautan modernisasi pendidikan Barat, kebangkitan kelompok muslim, dan nasionalisme. Pada era itu, jilbab menjadi penanda identitas baru bagi muslimah. Pada era Orde Baru, jilbab muncul sebagai simbol kebangkitan Islam melawan represi negara. Sementara, pada era Reformasi, perkembangan jilbab begitu pesat bersamaan dengan bangkitnya partai politik, institusi-institusi agama Islam baru, yang dibarengi dengan tumbuhnya gairah โ€œpasarโ€ pakaian muslim dan gerakan revolusi hijab dari kalangan kelas menengah ke atas. Saat ini juga terjadi pergeseran pilihan kata dari jilbab kain penutup kepala hingga dada menjadi hijab makna harfiahnya adalah penutup, bisa jadi kain pembatas dalam salat. Pada masa kini, jilbab bukan hanya menjadi simbol ideologi keagamaan dan kesalehan, tapi juga bagian dari gaya hidup masa kini, aturan sekolah dan kontrol sosial. Read more Riset ungkap 3 hal baru tentang perempuan muda bercadar di Indonesia Memilih untuk diri sendiri Perempuan berhijab yang dulunya kelompok minoritas, kini menjadi kelompok besar. Tantangan yang berbeda di setiap kondisi menghadapkan perempuan muslim untuk menentukan pilihan, sesuai dengan ritme jiwa dan kenyamanan hati mereka. Sebagian memilih berhijab karena percaya bahwa hijab merupakan manifestasi sempurna dari kesalehan seorang muslimah. Sebagian lain memilih menjadi baik dengan cara memantaskan diri, bukan dengan simbolโ€™ jilbab, apalagi jika semata karena aturan atau faktor desakan lingkungan, melainkan fokus pada aspek batin yang lebih fundamental, atau setidaknya jujur pada dirinya sendiri. Sebagian yang lain lagi memilih untuk menjadi fleksibel, mengarungi dua sisi dunia berhijab dan tidak berhijab โ€” yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupannya โ€” tanpa banyak pretensi. Perintah berjilbab di dalam Islam memiliki penafsirannya yang beragam, namun apa pun tafsir yang dirujuk, survei ini menunjukkan perempuan memilihnya sesuai dengan denyut kenyamanan masing-masing.